Tips Sederhana Berhemat Saat Pandemi

Setahun sudah, wabah pandemi atau covid-19 telah melanda negara kita dan nyaris merusak tatanan kehidupan sosial bermasyarakat yang selama ini kita lakukan kebiasaan baru pun harus di taati agar wabah ini segera bisa dikendalikan, kebiasaan baru mulai dari membiasakan diri menggunakan masker ke mana pun kita, syringe syringe dengan udara pergi serta menjaga jarak dan menghindari kontak fisik seperti bersalaman ketika saling bertemu.

Kabar baik bahwa pemerintah telah memulai melakukan vaksinasi pada awal tahun ini, khususnya kepada para tenaga medis dan tokoh publik yang menjadi motor utama untuk mengendalikan serta menyelesaikan wabah ini dengan segera agar tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi kepada warga negara yang tidak berdosa.

Dampak yang paling terasa dengan adanya pandemi yang mengancam nyawa serta menurunkan kualitas kesehatan ini juga memiliki dampak merosotnya ekonomi masyarakat yang cukup signifikan. Hal ini bisa diketahui dari adanya sebagian dari kita yang telah kehilangan pekerjaan, pendapatannya menurun serta usaha atau bisnis bahkan berhenti total.

Bagi masyarakat yang tergolong ekonominya menengah ke atas mungkin tidak terlalu terasa dampak dari pandemi ini, namun bagi sebagian besar warga negara kita yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah tentu akan terasa sekali dampak pandemi terhadap kehidupan keluarga mereka. Bisa dibayangkan,  bagi sebuah keluarga yang menjadi tulang punggung utamanya terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tabungannya terus menipis tanpa ada pemasukan sama sekali ??? Sungguh memprihatinkan dan mudah-mudahan pengunjung blog ini tidak mengalaminya.

Pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya ini tentunya harus disikapi dengan arif dan bijaksana, khususnya yang terkait dengan ekonomi keluarga, untuk itu simak tips sederhana berhemat saat musim pandemi ini agar kita bisa bertahan serta mampu melewati musim wabah ini dengan selamat, aman dan sejahtera berikut ini;

1. Mampu Membedakan
Maksudnya adalah kita harus mampu membedakan mana yang disebut kebutuhan dan mana yang disebut keinginan. Di saat situasi ekonomi keluarga yang belum normal sebagai dampak dari adanya wabah penyakit ini kita, kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Yang namanya kebutuhan adalah sesuatu yang harus dicukupi dalam menjalani hidup seperti pangan, sandang dan papan atau tempat tinggal. Sementara yang dinamakan keinginan adalah hasrat ingin memiliki walaupun itu bukan kebutuhan pokok. Oleh karena itu kita harus bisa berpikir jernih dalam mengelola anggaran keuangan agar tidak menyesal dikemudian hari.

2. Beli Barang Berkualitas
Demi menunjang kebutuhan pokok, apabila kita harus membelanjakan uang maka diusahakan untuk membeli barang yang berkualitas dan tahan lama agar barang yang kita beli tidak mudah rusak dan harus mengeluarkan uang lagi sehingga bisa lebih ngirit atau hemat.

3. Hilangkan Gengsi
Barang berkualitas tentu harganya mahal namun merk tertentu yang kualitasnya setara dengan yang lain dalam hal kualitas namun memiliki harga yang lebih murah harus di prioritaskan agar keuangan tidak terkuras hanya karena rasa gengsi akibat berpegang pada merk yang terkenal. Mulailah bergaya hidup sederhana agar bisa bertahan untuk melewati musim pandemi ini dengan cerdik dan tentu tetap kern.

4. Hindari Berhutang
Pandemi yang belum jelas kapan berakhirnya ini tentu membuat sebagian orang mulai melirik untuk berhutang demi mencukupi kebutuhan hidup namun sebaiknya kalau hal itu bisa dihindari maka akan lebih baik dan tentunya perlu membuat alternatif agar ada belum pemasukan walaupun kecil agar tidak menjadi beban terutama mental keluarga dikemudian hari.  Ada banyak peluang untuk bisa mendapatkan uang dengan cepat seperti berjualan online, membuka usaha rumahan agar tidak terjebak atau bisa terhindar dari berhutang.

5. Rajin Menabung
Bagi yang mengalami PHK dan sudah menemukan alternatif pemasukan lain walaupun itu kecil maka kebiasaan baru yaitu berhemat dan mulai rajin menabung juga harus diterapkan. Hal ini dimaksudkan untuk bersikap waspada apakah pandemi ini segera berlalu atau bahkan semakin merajalela. Sehingga kita selalu memiliki cadangan uang untuk digunakan sewaktu-waktu apabila ada kebutuhan mendesak. 

6. Bikin Daftar Belanja
Demi keamanan anggaran keuangan keluarga maka perlu ketika mau melakukan belanja baik secara online maupun offline ada baiknya untuk membuat daftar belanja sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak terjebak untuk membelanjakan uang pada barang yang bukan kebutuhan pokok atau hanya menuruti keinginan saja dan tidak terlalu penting sehingga  mengakibatkan pemborosan.

7. Hemat Listrik
Pandemi menciptakan kebiasaan baru dan salah satunya adalah bekerja dari rumah. Pekerjaan dari rumah tentu mengharuskan kita untuk menggunakan peralatan utama yaitu listrik karena dengan adanya listrik maka seluruh peralatan kerja yang umumnya berupa barang elektronik bisa kita gunakan. Kebiasaan baru ini tentunya akan membuat tagihan listrik menjadi lebih banyak atau bayar pulsa token listrik lebih banyak dari biasanya. Untuk menekan biaya tagihan listrik agar bisa hemat, kita harus pandai menyikapinya seperti mematikan peralatan rumah tangga yang tidak digunakan agar meteran listrik bisa lebih lambat. 

8. Hemat Air
Selain berhemat energi listrik, bagi yang tinggal di kawasan komplek perumahan perkotaan juga bisa meningkatkan anggaran keuangan keluarga dengan cara menghemat dalam penggunaan air PAM karena sekecil apapun yang bisa kita hemat tentu akan ada manfaatnya dikemudian hari tanpa kita sadari. Matikan kran air pada kran-kran yang tidak penting sehingga bisa mengurangi beban biaya tagihan PAM.

9. Rajin Olah Raga
Kenapa kita harus mulai membiasakan diri pada musim pandemi ini untuk lebih rajin berolah raga? Karena hanya dengan rutinitas berolah raga ini  maka sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh kita akan bekerja secara maksimal sehingga imunitas tubuh atau daya tahan tubuh akan tetap stabil dan kita tidak mudah jatuh sakit dan terserang virus covid-19. Sehingga dengan seluruh kondisi keluarga tetap sehat maka tidak perlu ada anggaran keluar untuk keperluan berobat atau pergi ke rumah sakit.

10. Tinggalkan Kebiasaan Buruk
Menghemat anggaran keluarga pada musim pandemi ini juga bisa kita lakukan dengan cara meninggalkan kebiasaan buruk yang mungkin selama ini kita lakukan, seperti berhenti merokok , meminum minuman keras, pergi nongkrong ke kafe dan lainnya yang tentunya cukup menguras anggaran. Sehingga anggaran tersebut bisa ditabung atau dibelanjakan pada kebutuhan pokok yang bisa lebih bermanfaat untuk keluarga.

Tips sederhana menjaga anggaran keuangan saat musim pandemi ini hanyalah sebagai inspirasi bagi pengunjung yang sedang merenung dan mencari solusi untuk bisa bertahan hidup dalam situasi dan kondisi wabah yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan kita semua untuk bertahan sampai wabah atau pandemi ini berlalu dari hadapan kita semua, Amiin amiin amiiin

Baca Juga :  Tips Sederhana Agar Terhindar Dari COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *